baju jazirahku yang karatan
aku duduk meminum kopi yang dibuat olehnya
enak sekali
lelah setelah seharian berperang melawan musuh yang tak habis-habisnya menyerang
aku duduk dengan sedikit kesulitan, karena baju jazirahku
aku melihat kepada awan, melihat kepada rumput
betapa indahnya alam ini
aku bertanya kepadanya dengan sedikit susah payah menggeser dudukku mendekatinya
kenapa alam seindah ini perlu diisi dengan peperangan ya?
karena tidak semua orang bisa menyelesaikan masalah hanya dengan berbicara baik-baik, katanya sambil menggaruk punggungnya dengan enak
baju jazirahnya digeletakkan begitu saja didekatnya
betapa inginnya aku melepaskan baju perangku ini
bertahun-tahun aku menggunakannya, demi menjaga diriku terhadap serangan lawan
sehingga tampak berkarat pada tempat-tempat yang seharusnya dipakai untuk membuka dan memasangnya
mengapa baju perangmu tidak pernah kamu lepas? nggak cape?, tanyanya untuk kesekian kali, membuyarkan lamunanku
aku harus memakai ini setiap kali, aku ngga PD kalo ga pake, jawabku ringan sambil meminum kopi
nggak akan berdarah kan badan kamu kalau kamu lepas sebentar?, tanyanya
aku terdiam, tidak siap mendapatkan pertanyaan itu
aku takut, kalau musuh datang, aku tidak sempat menggunakannya lagi, dan apabila mereka menyerangku dengan pedang dan panahnya, aku akan mati cepat sekali, jawabku sambil mengerutkan dahi, tanda tidak yakin akan jawaban sendiri
aku tak pernah berniat melepaskannya
tapi kamu akan aman bersamaku, lepaslah baju perangmu itu, jawabnya sambil tersenyum
aku menggeleng kuat, aku takut tak akan sempat memasangnya jika musuh datang!
dia tertegun
aku berkata pada diri sendiri, aku akan melepaskannya jika aku siap, dan jangan bosan menjaga dan mengingatkanku.
reference pict: http://www.whoosh.org/issue53/bonacci2.html#joan
September 16th, 2005 at 7:20 am
buka aja….kalo udah makin karatan makin susah dibuka. btw, kopinya tubruk bukan yang dia bikin?
September 16th, 2005 at 9:03 pm
tubruk… kupi tercintaku.
dan dia tau kok mesti gimana buat aku seneng
September 16th, 2005 at 11:03 pm
kupu kupu bola dunia? atau kupu kupu dalam perut?
September 19th, 2005 at 10:41 pm
daripada pake baju zirah yg berat, mendingan bawa tameng aja yg dari rotan (kaya’ polisi anti huru-hara). enteng,lumayan kuat dan gak karatan
September 21st, 2005 at 12:41 am
haaaaaaaa… beki!
pakhabar?
masalahnya tuh, udah keburu pake bajunya tuh…
besok2 aja deh… beli tameng yang dari rotan… hihihi…
thx dah mampir ya bro? how’s life?